Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Ayah, Anak dan Burung Elang

Ayah juga memiliki kesabaran dan ketekunan unntuk membingbinng anaknya tanpa kekerasan. Meski kadang sang anak tidak menyambutnya dengan baik. Namun seorang ayah akan tetap berusaha menjaga anaknya hingga dewasa, menjadi orang berguna dengan ketenangannya, menjaga, ada, mendampingi di tiap langkah sang anak tanpa menuntut balasan. Pada suatu sore, seorang ayah yang sudah tua bersama anaknya yang baru menyelesaikan kuliahnya duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar rumah mereka. Tiba-tiba seekor burung elang hinggap di ranting pohon. Si ayah lalu menunjuk ke arah elang sambil bertanya, "Nak, burung apakah itu?" "Burung elang," jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun beberapa saat kemudian si ayah mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "itu burung elang, ayah!" ujarnya agak keras. Beberapa saat kemudian si ayah b...

Ayah Siao Bao dan Paku

Seorang ayah tanpa banyak bicara selalu  berusaha memperbaiki sifat buruk anaknya  dengan cara sederhana yang mudah  dimengerti, dipahami maknanya. Sedikit  berkata, namun banyak berbuat dengan hasil  maksimal, itulah ayah yang selalu siap dengan  sekian akal untuk mendidik anaknya menjadi manusia baik.   Disatu desa, ada anak bernama Siao Bao, bocah laki-laki yang sebenarnya pintar tapi suka marah-marah. Perlaku Siao Bao kadang manja dan semaunya. Tentu saja orang tuanya merasa letih memikirkan perilaku Siao Bao.  Pada kejadian saat Siao Bao sedang asyik nonton tv hingga larut malam. Mamanya memanggilnya, "Siao Bao, tidurlah, hari sudah larut malam!"   Siao Bao berteriak dengan ketus, "Tidak mau, saya masih ingin nonton TV!"   "Tapi besok pagi kammu tidak bisa bangun, bisa terlambat masuk sekolah."   Bukannya menurut, Siao Bao malah menjerit-jerit, "Saya tidak mau tidur! Sana, pergilah!" Sambil me...

Itu Cermin Diri

Ayah akan ada untuk menjawab semua tanya anaknya tentang kehidupan. Masa depan dan apa saja yang akan dihadapi, buah dari semua perlakuan. Mendidik untuk bisa bertanggung jawab atas semua yang telah dilakukan sang anak. Memberi peringatan, sesuatu yang wajib dilakukannya untuk kebaikan hidup buah hatinya  Suatu hari seorang ayah mengajak anak lelakinya naik gunung . Mencari udara segar sekaligus mendekatkan diri pada alam.  Mereka sangat menikmati perjalanan itu. Hingga saat berada diatas gunung, tiba-tiba, anaknya terjatuh, ia lalu terluka dan berteriak, "Aaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh!"  Tetapi anak sangat kaget mendengar ada suara pantulan dari gunung sebelah"Aaaaaaaaaaaahhhhhhhhh!" Dengan penuh penasaran, diapun kembali berteriak, bertanya "Siapa kamu?!" Diapun menerima kembali jawaban yang sama, "Siapa kamu?!' Dan kemudian dia berteriak ke gunung itu, "Woi!" Dengan muka marah pada jawaban itu, dia berteriak, "p...

Cinta Tak Perlu Diucapkan

Cinta ayah tak perlu terdengar dan keluar dari bibirnya. Dia tak butuh kata-kata cinta kasih untuk mengungkapkan cintanya. Tapi dia butuh perbuatan nyata, bahwa dia selalu siap ada dengan sekian lingkungannya bagi anak-anaknya.     Seorang ayah tak berlebihan, bahkan merasa tak perlu mengucapkan kata sayang kepada anaknya. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, tetapi selalu membutuhkan kehadirannya.     Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu besar.    Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.   Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjjnya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.    Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi berma...